PARADE FISIKA BINATANG LAUT

August 25, 2009 at 2:25 am (ASYIK FISIKA)

ATRAKSI BINATANG LAUT

PARADE FISIKA BINATANG LAUT

Ikan-ikan laut terlihat nyaman berenang kesana-kemari, menikmati

indahnya dunia air. Lumba-lumba dengan gembira mempertontonkan keahliannya

berakrobat di dalam air sambil sesekali muncul di permukaan dan mengundang

decak kagum semua yang menyaksikan atraksinya. Ikan hiu dan paus berlomba lomba

menjadi yang paling ditakuti di kerajaan air dengan bermodalkan ukuran

tubuh yang sangat fantastis. Betapa menakjubkannya pemandangan indah dunia

laut, betapa asyiknya menikmati tontonan fantastis yang diperlihatkan binatangbinatang

laut. Dan satu lagi yang sering tidak disadari, betapa berlimpahnya

pelajaran yang bisa diambil dari aktivitas-aktivitas binatang laut, terutama

pelajaran yang berkaitan dengan fisika.

Hal pertama yang paling jelas kaitannya antara binatang laut dengan

konsep-konsep fisika adalah kemampuan berenang yang sangat baik yang dimiliki

oleh binatang-binatang laut. Bentuk tubuh ikan-ikan laut dirancang sedemikian

rupa supaya mereka dapat berenang dengan cepat dan mudah. Bentuk ramping

yang disebut streamline ini menjadi begitu populer dan banyak ditiru oleh

manusia dalam berbagai kreasi teknologi, seperti desain kapal selam.

Penguin dan paus tidak akan pernah tenggelam tanpa perlu berenang sama

sekali, sedangkan lumba-lumba dan hiu harus terus berenang supaya tidak

tenggelam ke dasar laut. Konsep fisika yang dapat menjelaskan fenomena ini

adalah buoyancy (adanya gaya keatas). Binatang laut yang memiliki massa jenis

lebih besar dari massa jenis air akan tenggelam ke dasar laut, sedangkan binatang

yang memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis air akan terapung. Banyak

ikan laut yang memiliki massa jenis yang hampir sama dengan massa jenis air laut

sehingga mereka dapat melayang. Massa jenis binatang laut banyak dipengaruhi

oleh jumlah udara yang terperangkap di paru-paru, bulu-bulu, maupun sirip

berenang. Semakin banyak udara yang dapat ditampung semakin besar volume

binatang sehingga massa jenisnya semakin kecil. Manusia umumnya tetap tidak

bisa terapung walaupun sudah menghirup napas sebanyak mungkin, karena massa

jenisnya masih lebih besar dari massa jenis air.

Kemampuan berenang ini ternyata masih dilengkapi lagi dengan berbagai

kemampuan fantastis yang dimiliki binatang-binatang laut untuk menunjang

kehidupan mereka di dunia air. Salah satu yang paling menarik dan banyak ditiru

oleh manusia adalah bioelectricity (aktivitas elektrik pada makhluk hidup). Paus

biru dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan gelombang infrasonik

yang sangat canggih. Lumba-lumba memiliki sistem ultrasound dengan kekuatan

empat kali lebih besar dari teknologi ultrasound manusia. Hiu dapat mendeteksi

perubahan terkecil gelombang listrik dan elektromagnetik yang biasanya

disebabkan oleh adanya organisme lain (termasuk manusia) di laut sekitarnya. Hiu

macan (tiger sharks) memiliki alat yang dapat mendeteksi gelombang listrik

(electroreceptors) yang terletak di sekitar mulutnya. Electroreceptor yang sangat

sensitif ini mampu mendeteksi sampai 5×10-12 Volt. Tubuh manusia yang

berenang di laut (juga berbagai binatang lain) menyebabkan terjadinya perubahan

gelombang listrik (perubahannya sangat kecil). Air laut yang mengandung garam

(elektrolit) menghantarkan sinyal-sinyal listrik ini sehingga dapat dideteksi oleh

electroreceptor hiu. Saat itu juga hiu dapat mengetahui keberadaan calon

mangsanya tersebut dan langsung memulai serangan untuk mendapatkan makanan.

Lumba-lumba dan paus biru sangat sensitif terhadap suara dan mampu

mengeluarkan dan mendeteksi suara pada frekuensi sepuluh kali lebih besar dari

frekuensi suara yang dapat didengar manusia (frekuensi ultrasonik). Kemampuan

ini digunakan untuk bernavigasi di dunia laut yang gelap (echolocation),

menangkap mangsa, dan berkomunikasi dengan kawanannya (paus biru bahkan

mampu menggunakan gelombang infrasonik yang memiliki frekuensi sangat

rendah untuk berkomunikasi dengan sesamanya). Lumba-lumba memancarkan

gelombang suara frekuensi tinggi yang kemudian memantul pada tubuh

mangsanya. Gelombang pantulan ini diterima kembali oleh lumba-lumba dan

diproses sebagai informasi tentang lokasi, jarak, kecepatan, arah, dan ukuran

mangsa yang diincarnya tersebut. Lumba-lumba bahkan bisa melihat gambar

mangsa tersebut. Sistem sonarnya bahkan dapat melakukan penetrasi pada tubuh

mangsanya sehingga dapat melihat gambar kerangka tulang dan mendengar detak

jantungnya. Hal ini sama dengan sistem ultrasound yang digunakan di dunia

kedokteran untuk melihat kondisi janin dan mendengar detak jantung manusia.

Jadi, lumba-lumba dapat melihat janin yang masih dikandung tanpa sinar-X dan

alat USG yang digunakan manusia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: