Dokter Bedah Masa Depan

May 2, 2009 at 8:27 am (ASYIK FISIKA)

dokter-bedah-masa-depan

DOKTER BEDAH MASA DEPAN

Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan manusia. Kita tahu bahwa

manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, tetapi ternyata manusia

tidak begitu saja menerima keadaan ini. Manusia justru berusaha mengatasi

kelemahan-kelemahan tersebut dengan cara mengembangkan teknologi yang bisa

membuat mereka mampu melakukan segala hal yang semula tidak mungkin bisa dikerjakan.

Manusia tidak bisa terbang, dikembangkanlah pesawat terbang.

Bahkan pesawat yang bisa menjelajahi luar angkasa! Manusia juga tidak bisa

melihat dengan jelas dalam kegelapan padahal ada hewan-hewan yang jago

melihat dalam gelap. Merasa dikalahkan oleh hewan-hewan itu, manusia pun

mengembangkan teleskop yang tidak hanya bisa menembus kegelapan di bumi ini,

tetapi juga mampu meneropong jauh ke luar atmosfer bumi untuk mengamati

jagad raya ini. Keterbatasan dalam hal pendengaran diatasi dengan cara

mengembangkan teknologi telekomunikasi yang memungkinkan manusia untuk

terus berkomunikasi dengan belahan dunia yang sangat jauh. Begitu pesatnya

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga hal-hal yang semula

dianggap mustahil kini menjadi hal biasa yang tidak asing lagi dalam kehidupan

kita sehari-hari. Setelah semua pencapaian teknologi itu manusia masih terus saja

mengembangkan hal-hal lain yang semakin mempermudah kehidupan. Robotrobot

dan mesin-mesin mulai menggantikan manusia dalam melakukan berbagai

pekerjaan. Kini bahkan pekerjaan seorang dokter bedah di ruang operasi pun bisa

dilakukan dengan bantuan robot! Ini merupakan salah satu cara manusia

mengatasi keterbatasannya dalam dunia kedokteran.

Beberapa rumah sakit di seluruh dunia sudah mulai menerapkan

pemanfaatan robot dalam proses bedah di ruang operasi. Robot-robot ini tentu saja

tidak diprogram untuk melakukan operasi bedah secara mandiri. Generasi pertama

dokter bedah masa depan ini hanya melibatkan lengan mekanik sebagai

perpanjangan tangan para dokter yang memiliki berbagai keterbatasan manusia.

Keunggulan Robodoc (Robotic Doctor) ini terutama terletak pada kekuatan

lengannya yang jauh melebihi dokter bedah manusia. Sebagai manusia tentu saja

para dokter bedah dapat mengalami kelelahan saat sedang melakukan operasi

yang rumit dan memakan waktu. Ketelitian dan kemantapan lengan-lengan yang

melakukan pembedahan tersebut pada saat mendekati akhir proses operasi tidak

sebagus menit-menit awal pembedahan. Padahal proses operasi sangat

membutuhkan kesiagaan yang sesempurna mungkin sejak detik-detik awal

pembedahan sampai detik akhirnya. Sedikit saja kesalahan yang disebabkan

kelalaian dan kelelahan manusiawi dapat membawa malapetaka bagi pasien.

Tangan para dokter bedah yang paling hebat sekalipun terkadang masih belum

sempurna dalam hal presisi saat harus melakukan pembedahan yang paling

beresiko. Menyadari pentingnya kesempurnaan kendali dan presisi dalam proses

bedah yang menyangkut nyawa manusia, para dokter bedah kita mulai

mendapatkan bantuan dari ‘asisten’ barunya. Keseluruhan proses operasi tetap

dikomandani dokter bedah yang berpengalaman. Tetapi proses operasinya sendiri

dilakukan oleh lengan-lengan mekanik robot yang digerakkan oleh dokter

(Gambar 1).

Tujuan utama pengembangan teknologi ini adalah supaya suatu saat nanti

proses pembedahan jantung yang sangat beresiko dapat dilakukan

oleh lengan-lengan

mekanik yang dilengkapi berbagai peralatan bedah canggih, presisi, dan

dalam skala yang begitu kecil sehingga proses operasi ini bisa dilakukan tanpa

melukai tubuh pasien (closed-chest heart surgery). Alat-alat bedah mikroskopik

ini dapat menyelinap melalui tubuh pasien tanpa menyebabkan luka makro.

Peralatan mikroskopik yang sudah berhasil masuk ke dalam tubuh tersebut

dilengkapi juga dengan kamera mini sehingga semua yang terjadi di dalam tubuh

dapat ditampilkan pada layar monitor. Dokter bedah dapat terus menjalankan

proses operasi sambil melihat layar untuk memantau semua proses sehingga dapat

menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Setelah proses operasi selesai,

alat-alat bedah mikro ini dikeluarkan kembali dengan sangat hati-hati. Proses

operasi tersebut tidak meninggalkan bekas luka karena luka yang ditimbulkannya

hanyalah luka mikro yang dapat pulih dalam waktu singkat. Proses operasinya

sendiri bisa diselesaikan dengan lebih cepat karena para dokter tidak perlu lagi

menyisihkan waktu untuk menyayat tubuh pasien dan menjaga kestabilan tubuh

yang dapat tiba-tiba turun karena adanya luka tersebut. Mereka pun tidak perlu

menyisihkan waktu untuk menjahit kembali luka dengan sangat hati-hati supaya

tidak meninggalkan bekas yang kentara. Dokter bisa lebih memusatkan perhatian

pada inti proses operasinya sendiri. Peralatan mikroskopik yang digunakan dapat

mencapai bagian-bagian yang biasanya sangat sulit dicapai para dokter yang

mengandalkan tangannya sendiri yang masih menggunakan pisau bedah biasa.

Kamera mini yang dipasang pada alat-alat bedah yang dimasukkan ke dalam

tubuh juga membantu dokter untuk melihat dan memantau jaringan yang biasanya

susah diamati oleh mata manusia. Pembedahan mikroskopik ini juga mengurangi

kekhawatiran terjadinya kekurangan darah karena terlalu banyaknya darah yang

hilang karena luka operasi.

Proses operasi di masa depan ini tidak membutuhkan terlalu banyak orang

untuk membantu dokter di ruang operasi. Dokter hanya akan memerlukan bantuan

satu sampai dua perawat saja sehingga ruang operasi tidak lagi penuh sesak.

Dokter akan duduk di dekat pasien sambil memantau monitor yang menampilkan

gambar-gambar yang berhasil ditangkap kamera video mini yang menempel pada

alat-alat bedah. Pisau bedah pada ujung lengan mekanik robot bergerak sesuai

perintah komputer yang dikendalikan oleh dokter. Dokter bedah hanya perlu

menggerakkan alat kendali di tangannya sambil memantau monitor. Alat kendali

yang terletak persis di bawah monitor pemantau ini mirip sepasang joystick yang

biasa digunakan anak-anak untuk bermain game di komputer atau playstation.

Komputer mendeteksi gerakan-gerakan tangan dokter dan langsung mengirimkan

perintah ke lengan mekanik untuk bergerak sesuai gerakan dokter. Jika tangan

dokter sedikit gemetar karena lelah, komputer sudah diprogram untuk

mengabaikan getarannya sehingga lengan mekanik robot tetap diam dan tidak

melukai jaringan tubuh secara tidak sengaja.

Semua proses pembedahan tetap dikendalikan oleh dokter sehingga kita

tidak perlu mengkhawatirkan tingkat keamanannya. Justru proses pembedahan

mikroskopik semacam ini lebih aman dibanding pembedahan yang melibatkan

luka makro pada tubuh. Proses pemulihan luka mikro yang disebabkan

pembedahan mikroskopik ini pun dapat berlangsung lebih cepat dibanding waktu

pemulihan yang dibutuhkan pasien yang menjalani bedah konvensional.

Keseluruhan proses penyembuhan dapat dijalankan dalam waktu yang lebih

singkat, menggunakan cara yang lebih praktis, dan yang lebih penting lagi,

metode ini merupakan alternatif yang lebih aman. Pembedahan yang dibantu

lengan-lengan mekanik robot dan pisau-pisau bedah mikroskopik yang sangat

presisi ini nantinya dapat dikembangkan lagi menjadi pembedahan jarak jauh

(telesurgery). Walaupun pasien dan dokter bedah berada di kota atau negara

berbeda, proses operasi bisa tetap dijalankan seperti biasa dengan memanfaatkan

kecanggihan teknologi internet yang menghubungkan keduanya. Teknik ini masih

terus dikembangkan karena kita memerlukan sambungan internet dengan kualitas

terbaik supaya tidak terjadi penundaan pelaksanaan perintah karena jauhnya jarak

yang harus ditempuh. Sambungan internet yang digunakan untuk proses bedah

jarak jauh ini harus mampu mengirimkan perintah dokter (melalui gerakan

joystick) ke komputer pusat yang mengendalikan lengan-lengan mekanik di ruang

operasi dalam waktu sesingkat mungkin. Komputer pusat tersebut pun harus

mampu mengirimkan perintah tersebut ke lengan mekanik supaya langsung

dijalankan tanpa penundaan yang bisa berakibat fatal bagi pasien. Gambar yang

ditampilkan pada monitor yang dipantau dokter pun harus dapat dikirimkan tanpa

penundaan supaya semua keadaan darurat dapat langsung ditindaklanjuti oleh

dokter. (Yohanes Surya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: