Kota Terapung

April 30, 2009 at 5:02 am (ASYIK FISIKA)

kota-terapung1

Kota Terapung


Bagaimana caranya mengapungkan sebuah kota di atas laut? Mudah saja!

Kita hanya perlu meletakkan kota itu di atas sebuah kapal laut raksasa! Sebuah

kapal yang juga merupakan satu kota mandiri yang dapat mengarungi lautan dan

samudra! Rupanya manusia sudah mulai bosan dengan daratan sehingga

mulai

mencari alternatif lain untuk membangun kehidupannya. Kali ini dunia air yang

mulai menarik perhatian karena sebagian besar permukaan bumi memang

dipenuhi oleh air. Di saat daratan tidak lagi mampu menampung semua penduduk

dunia, kita pun mulai mengadakan invasi ke perairan yang luas ini.

Di dalam air, berat benda tidak sama dengan beratnya di udara. Di dalam

air benda mengalami apa yang dinamakan gaya apung (atau gaya keatas). Gaya

apung ini membuat berat benda di dalam air akan terasa lebih ringan

dibandingkan berat benda di udara.

Gaya apung ini ditemukan oleh Archimedes. Menurut Archimedes,

besarnya gaya apung ini sama dengan berat zat cair yang dipindahkan Apa yang

dimaksud dengan berat zat cair yang dipindahkan?

Misalnya kita memasukkan sebongkah es batu ke dalam gelas penuh

dengan air. Sewaktu es itu dimasukkan ke gelas, ada sebagian air yang tumpah

keluar. Berat air yang tumpah inilah yang disebut sebagai berat zat cair yang

dipindahkan.

Menurut Archimedes, besar gaya apung pada suatu benda, sangat

dipengaruhi oleh volume benda yang tercelup. Semakin besar volume benda yang

tercelup semakin besar gaya apungnya. Suatu kapal besar dapat mengapung

karena gaya apungnya sangat besar (ini disebabkan karena ukuran kapal yang

besar sehingga volume kapal yang tercelup sangat besar). Disamping itu gaya

apung juga dipengaruhi oleh kerapatan (densitas atau massa jenis) dari cairan.

Semakin besar massa jenis cairan semakin besar gaya apungnya. Ketika suatu

kapal bergerak dari laut ke sungai, kapal tersebut bisa tenggelam karena gaya

apung di laut lebih besar dari gaya apung di sungai (massa jenis air laut lebih

besar dari massa jenis air sungai).

Berdasarkan prinsip Archimedes inilah dibuat kapal laut yang berfungsi

sebagai kota terapung. Kapal laut yang nantinya akan dinamakan Freedom Ship

ini berukuran lebih besar dari semua kapal laut yang pernah ada (Gambar 1).

Panjang kapal bisa mencapai 1.316 meter (4.320 kaki), dengan lebar 221

meter, dan tinggi yang mencapai 103 meter di atas permukaan air! Tentu saja

kapal dengan volume sebesar ini dapat mengapung di air laut dengan mudah! Dan

bukan hanya mengapung saja, kapal ini dapat juga bergerak mengarungi seluruh

perairan dunia walaupun dengan kecepatan yang sangat lambat jika dibandingkan

dengan kecepatan kapal layar biasa.

Kapal raksasa ini nantinya mampu menampung 50.000 penghuni tetap

yang terus ditemani oleh 15.000 kru kapal. Kapal ini pun masih menyediakan

tempat untuk menampung 20.000 pengunjung per harinya. Bagi para pengunjung

ini disediakan 10.000 unit perhotelan dengan standar internasional, sedangkan

bagi para penghuni tetap disediakan 18.000 unit perumahan dengan berbagai

variasi ukuran dan harga. Penduduk yang tinggal di kota terapung ini bisa tetap

menikmati segala fasilitas yang ada di kota asal mereka karena kapal ini

dilengkapi dengan perkantoran, pertokoan dan pusat niaga, gedung sekolah, pusatpusat

olahraga, tempat rekreasi, restoran, gedung bioskop, gedung pertunjukan,

rumah sakit, dan berbagai fasilitas lainnya. Kota terapung ini bahkan memiliki

juga bandara udara yang terletak di atapnya. Helikopter maupun pesawat-pesawat

kecil dapat mendarat di bandara ini dengan aman karena ukuran kapal yang sangat

besar ini membuatnya sangat stabil sebagai landasan pendaratan.

Para penduduk pun tidak akan terganggu dengan suara bising maupun

getaran-getaran yang timbul akibat proses pendaratan di atap kapal raksasa itu

karena kapal ini sudah dilengkapi juga dengan sistem insulasi dan desain yang

baik. Bagi penduduk yang memiliki pesawat pribadi disediakan pula beberapa

hangar kecil khusus untuk mereka. Untuk transportasi melalui jalur laut, kota ini

menyediakan juga kapal-kapal feri yang dijadwalkan untuk berangkat ke kotakota

terdekat setiap 15 menit selama 24 jam penuh! Selain itu kota terapung ini

dilengkapi juga dengan sarana komunikasi yang sangat lengkap karena setiap

rumah akan memiliki saluran telepon, sambungan internet, dan siaran televisi

melalui satelit yang dapat pula menyiarkan berbagai program televisi di negaranegara

terdekat. Sistem keamanan kota di atas laut ini pun didukung oleh pasukan

keamanan yang siap berpatroli setiap saat walaupun setiap rumah sudah

dilengkapi lagi dengan berbagai sistem keamanan elektronik yang canggih.

Penduduk kota terapung ini bisa menikmati keasyikan lain yang tidak ada

di kota-kota biasa. Setiap hari mereka bisa terus mengunjungi kota-kota yang

berbeda di seluruh dunia. Mungkin saja pada suatu siang tim sepakbola dari

sekolah di kota terapung ini datang ke salah satu kota di Italia untuk bertanding

dengan tim sepakbola di sekolah lokal di kota tersebut! Seusai pertandingan

mengasyikkan itu, malam harinya kelompok band dari kota terapung ini tampil di

salah satu gedung pertunjukan di kota di Italia tadi sebagai simbol persahabatan.

Kegiatan-kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai kota di dunia! Benar-benar

pengalaman yang menyenangkan karena bisa mengunjungi seluruh dunia! Para

pelajar di kota terapung ini bahkan bisa menikmati kunjungan ke sekolah-sekolah

di kota-kota terdekat setiap harinya dengan mengikuti program daily field trip.

Konstruksi kapal terbesar di dunia ini seluruhnya dilakukan di atas laut.

Prosesnya diawali dengan membuat permukaan yang mengapung di atas air, yang

akan menjadi landasan dibangunnya sebuah kota yang lengkap. Kapal raksasa ini

sudah pasti tidak bisa dibangun di daratan karena ukuran dan beratnya yang

sangat besar dapat mempersulit proses peluncurannya ke laut. Karena itulah

proses pembangunannya langsung dilakukan di atas air. Kapal raksasa ini

nantinya akan digerakkan oleh 100 mesin diesel yang masing-masingnya dapat

menghasilkan tenaga sebesar 3.700 HP (HorsePower).

Kota di atas laut ini juga menawarkan sistem pengolahan limbah yang

sangat ramah lingkungan. Limbah minyak tidak akan dibuang ke laut, tetapi justru

akan dibakar untuk menghasilkan listrik yang nantinya digunakan sebagai sumber

tenaga bagi semua proses di kapal. Sedangkan berbagai limbah padat akan didaur

ulang dan dijual kembali. Dengan sistem pengolahan limbah seperti ini, jumlah

limbah (total) yang dihasilkan penduduk kota terapung ini bisa mencapai 80%

lebih kecil dari jumlah limbah yang mungkin dihasilkan jika mereka tinggal di

kota-kota biasa. (Yohanes Surya)

2 Comments

  1. hidayat07 said,

    alah.. terlalu banyak menghayal

    • tinz08 said,

      bukan menghayal tapi berimajinasi untuk mencptkan sesuatu yang bermanfaat, itu hasil pmikirnnya yohanes surya,,, sya cma publiksiin aj,, spa tau kmu bsa mwujudknnya, kan sya kcpratan jga,, hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: